Seorang kurir dipercayakan untuk mengantar obat demi menyelamatkan seseorang yang kondisinya sedang kritis. Maka nilai terpenting bukanlah apa yang dia dapatkan setelah mengantar, tetapi apakah obat itu sampai kepada orang yang membutuhkan.
Sama juga dengan seorang ayah tidak mengasihi anaknya karena digaji. Seorang ibu tidak bangun tengah malam karena dapat bonus lembur. Ada tanggung jawab yang begitu besar sehingga nilainya melampaui keuntungan pribadi.
1 Korintus 9:16-17 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
Doa: Tuhan, aku menyadari untuk menjadi murid yang mengasihiMu dengan tulus bukanlah tertuju kepada keuntungan yang kuterima melainkan kesetiaan dalam melakukan tanggung jawab, yaitu memberitakan Injil, amin
Saat segala sesuatu cukup, kita mudah berkata bahwa Tuhan itu baik. Saat kebutuhan terpenuhi, dengan mudah kita bisa mempedulikan sesama. Tetapi bagaimana jika badai besar sedang menghantam hidup kita?
Sebuah perahu benar-benar kuat bukan saat berada di dermaga, melainkan saat menghadapi badai besar di laut. Badai tidak menentukan kualitas perahu tetapi membuktikan kualitas perahu yang sesungguhnya.
2 Korintus 8:1-2 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
Doa: Tuhan, sering kali aku takut dan kuatir saat kekurangan dan kesulitan datang melanda. Ampuni aku yang lebih sering mengutamakan kenyamanan daripada mengutamakanMu, biarlah sekarang sukacita, iman, dan kemurahanku meluap sekalipun di tengah penderitaan, amin.
Dapatkah orang menerima jika tangannya selalu tergenggam? Begitu pula seseorang tidak akan dapat memberi jika tangannya selalu tergenggam. Ketika seorang membuka tangan hanya untuk menerima namun dia tidak bersedia membuka tangannya untuk memberi maka dia sendiri telah menerima upahnya.
Air yang terus mengalir akan tetap jernih, sedangkan air yang ditampung tanpa pernah mengalir keluar - perlahan menjadi keruh.
Kisah Rasul 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.
Doa: Tuhan aku sangat bersyukur bahwa Engkau adalah pribadi pemberi sehingga aku masih hidup sampai detik ini, yang membuatku mengerti; memang lebih berbahagia memberi daripada menerima, amin.
Kemungkinan besar lebih mudah memberi jika seseorang memiliki banyak harta daripada yang tidak memiliki banyak harta. Setiap orang cenderung menilai pemberian dari jumlahnya. Semakin besar nominalnya, semakin besar pula penghargaan yang diberikan orang kepadanya.
Di mata manusia - jumlah menentukan nilai tapi di mata Tuhan - pengorbanan menentukan nilai.
Markus 12:43-44 Maka dipanggil-Nya murid-muridNya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Doa: Ya Tuhan yang melihat hati, ampuni aku jika selama ini aku hanya memberi sisa dari hidupku dan mengambil yang terbaik untuk diriku sendiri, ubah hatiku untuk rela berkorban, amin.
Semakin lama seseorang menolak terang, semakin keras hatinya. Bukan karena terang itu kurang jelas, tetapi karena ia memilih untuk tidak menerimanya. Bukan kebenaran berubah, tetapi karena hati telah menjadi tumpul terhadap kebenaran. Sebab bahaya terbesar bukanlah mendengar teguran Allah, melainkan menjadi terbiasa mengabaikannya.
Kasih karunia Allah dapat mengampuni orang berdosa yang bertobat sekalipun dosanya tampak berat di mata manusia. Tetapi jika seseorang menolak Roh Kudus yang memeteraikan keselamatan, maka tidak ada yang dapat mengampuninya?
Lukas 12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
Doa: Tuhan, jagalah hatiku agar tetap peka terhadap suara Roh Kudus. Jangan biarkan aku menjadi terbiasa menolak teguranMu atau mengabaikan kebenaranMu. Berikan kerendahan hati untuk bertobat ketika Engkau menunjukkan dosaku, amin.
Kita semua tahu bahwa arah hidup seseorang banyak ditentukan oleh apa yang terus-menerus masuk ke dalam pikirannya. Lambat laun, cara berpikir membentuk cara melihat, dan cara melihat membentuk cara hidup. Orang bisa tampak lebih rohani, atau lebih baik, tetapi jika pola pikirnya tetap sama, hidupnya akan kembali mengikuti arah hati yang lama.
Begitu pula mereka yang tetap mengikuti pola zaman ini akan berjalan ke arah yang sama dengan dunia. Mengubah kebiasaan tanpa mengubah cara berpikir hanya menghasilkan perubahan sementara.
Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Doa: Tuhan, periksalah pikiranku. Tunjukkan bagian-bagian hidupku yang masih dibentuk oleh cara pandang dunia dan bukan oleh kebenaranMu. Perbaruilah pikiranku sehingga aku tidak hanya mengetahui kehendakMu, tetapi juga hidup di dalamnya, amin.
Seekor hewan yang dipersembahkan sebagai korban bakaran dalam hukum Taurat tidak boleh diambil kembali; hewan itu menjadi milik sepenuhnya, dikhususkan untuk satu tujuan. Prinsip persembahan yang benar adalah penyerahan diri yang utuh, tanpa menahan bagian apa pun kembali untuk diri sendiri.
Ibadah sejati yang Tuhan kehendaki tidak cukup hanya dengan memberikan sebagian, sementara kita masih memegang kendali atas hidup kita.
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Doa: Tuhan, aku menyadari ibadah yang sejati adalah penyerahan diri sepenuhnya. Mulai saat ini jadikanlah aku persembahan yang hidup dan berkenan kepadaMu, amin.
Setiap tawaran, kesempatan ada waktunya. Jika kita menunda sampai "waktu yang lebih tepat," seringkali kesempatan itu sudah berlalu. Setiap orang yang masih diberi kesempatan hidup - lebih dari sekedar anugerah melainkan itu semata karena perkenanan Tuhan.
Perkenanan Tuhan adalah keselamatan bagi umat manusia tetapi hal ini tidak akan terbuka selamanya.
2 Korintus 6:2 Sebab Allah berfirman: ”Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Doa: Tuhan, terimakasih telah menyadarkanku bahwa perkenananMu yang membawa keselamatan tidak akan terbuka selamanya. Hari ini, tanpa menunda aku datang kepada keselamatan itu, amin.
Tuhan tidak menilai dari seberapa banyak yang kita lakukan setiap hari, melainkan untuk hidup bijaksana; menyadari bahwa semua kehidupan manusia dicatat oleh waktu yang tidak akan terulang kembali. Ketahuilah bahwa setiap orang berjalan menuju pertanggungjawaban.
Jika benda yang hilang masih bisa diganti kembali, harta yang habis masih bisa diusahakan kembali, tetapi waktu yang berlalu tidak akan dapat digantikan oleh apa pun.
Efesus 5:15–16 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Doa: Tuhan, Engkau yang memegang setiap detik hidupku, ampuni aku jika selama ini aku menyia-nyiakan waktu atau sibuk tanpa arah yang benar. Sekarang aku menyadari betapa berharganya setiap kesempatan yang Engkau berikan. Ajar aku hidup dengan bijaksana dalam menggunakannya, amin.
Roda kendaraan yang berputar berlawanan arah tidak akan menggerakkan kendaraan ke mana pun. Tali yang ditarik ke dua arah berlawanan akan putus. Dua orang yang berjalan menuju tujuan yang berbeda sudah pasti tidak searah.
Sesuatu yang hakikatnya berlawanan tidak dapat disebut sepasang, Itu sebabnya Tuhan menciptakan terang dalam dunia untuk memisahkan kegelapan.
2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Doa: Tuhan, aku mau hidup seturut kebenaranMu bahwa tidak ada keseimbangan antara kebenaran dan kejahatan, tidak ada persekutuan antara terang dan gelap, amin.
Pemikiran bahwa kita harus "menjadi layak" terlebih dahulu sebelum menyerahkan hidup kepada Tuhan adalah hal yang sering dirasakan banyak orang. Tanpa sadar, kita berpikir, "Tuhan, tunggu sampai aku siap. Tunggu sampai keadaanku cukup baik. Nanti kalau aku sudah berhasil membereskan hidupku, barulah aku datang kepadaMu.
Padahal justru sebaliknya. Kita datang kepada Tuhan bukan karena kita sudah baik. Kita datang kepada Tuhan karena Dialah yang dapat memperbaiki hidup kita.
Mat 11:28 Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Doa: Tuhan, terimakasih bahwa Engkau tidak menuntut aku menyelesaikan semua masalah atau aku harus sempurna terlebih dahulu sebelum datang kepadaMu melainkan Engkau mengundangku sekalipun aku sangat tidak layak, amin.
Banyak orang ingin mahkota tanpa salib, kebangkitan tanpa penyaliban, kemuliaan tanpa ketaatan. Diri pribadi berkata, "utamakan kepentinganmu." Yesus berkata, "sangkal dirimu." Dunia berkata, "cari kenyamanan." Yesus berkata, "pikul salibmu." Budaya zaman berkata, "ikuti tren." Yesus berkata, "ikutlah Aku."
Jalan salib adalah jalan menuju kematian terhadap ego, kesombongan, ambisi dunia, keinginan daging yaitu; semua bentuk penyangkalan diri untuk mengikut Yesus.
Matius 19:21-22 Kata Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Doa: Tuhan, aku tahu meskipun tidak mudah, bentuk hatiku agar berani menyangkal kehendak diri, melepaskan apa yang menghalangi, dan mengikutMu dengan sepenuh hati sampai akhir hidupku, amin.
Manusia pada dasarnya ingin hidup nyaman. Kita ingin masalah cepat selesai, jalan hidup mudah, dan sedapat mungkin bebas dari penderitaan. Keinginan itu wajar. Tetapi coba bayangkan jika manusia tidak pernah mengalami kesulitan. Seperti tumbuhan yang selalu dilindungi dari angin dan hujan akan tumbuh layu; begitu dibiarkan di alam terbuka.
Tanpa ada ujian, pergumulan, kesulitan bahkan penderitaan yang harus dialami, maka tidak akan terbentuk kekuatan, kesetiaan di dalam hidup seseorang. Yang Allah kehendaki bukan percaya ketika keadaan baik, tetapi yang tetap setia sekalipun menderita.
Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Doa: Tuhan, bentuklah imanku melalui setiap pencobaan, kesulitan dan penderitaan, jangan biarkan aku hanya mencari kenyamanan, tetapi jadikan aku pribadi yang tahan uji, amin.
Tanggung jawab bertumbuh seiring dengan pengetahuan yang kita miliki. Semakin jelas kita tahu apa yang seharusnya dilakukan, semakin tidak dapat diabaikan apa yang seharusnya dilakukan. Jika tahu tagihan perlu dibayar, tugas harus diselesaikan, pintu perlu dikunci, lampu harus dimatikan dan semua tanggung jawab harus dilakukan tetapi menunda atau mengabaikannya, maka ini kesengajaan yang nyata.
Mungkin kita tidak melakukan perbuatan yang terlihat buruk di mata dunia; kita dikenal orang yang baik, sopan, dan taat beragama. Namun secara pribadi hal-hal yang sebenarnya harus diubah, harus dilakukan, atau harus ditinggalkan masih terus kita tunda sampai saat ini.
Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Doa: Tuhan, terimakasih atas peringatan yang membuatku lebih menyadari untuk tidak lagi menggunakan kesempatan hidup yang Engkau berikan dengan sengaja berbuat dosa, ampuni aku, mulai saat ini aku akan melakukan yang benar, amin.
Ketika cahaya dinyalakan, benda yang tersembunyi di kegelapan akan tampak jelas. Dari kenyataan ini muncul satu prinsip yang sederhana dan tidak dapat dibantah: sifat terang adalah memperlihatkan kebenaran, dan apa yang tidak benar akan selalu menghindarinya. Terang tidak memaksa, ia hanya hadir dan menyatakan apa adanya.
Jadi bukan karena Tuhan tidak mau menyelamatkan, melainkan manusia sendiri memilih kegelapan di hadapan Terang yang telah datang.
Yohanes 3:19-20 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
Doa: Tuhan, hari ini aku mau hidup di bawah kebenaran TerangMu untuk menyingkapkan, untuk menyembuhkan, dan untuk menuntunku keluar dari kegelapan, amin.
Manusia hidup karena dilahirkan secara jasmani sehingga kita bernapas, melihat, dan bergerak. Tidak ada seorangpun yang dapat hidup di dunia ini tanpa terlebih dahulu dilahirkan. Demikian pula dalam hal rohani; manusia tidak akan mengalami kehidupan rohani yang berfungsi sesuai kehendak Tuhan tanpa terlebih dahulu dilahirkan kembali.
Hanya dengan mengandalkan perkara-perkara jasmani saja maka tidak ada orang yang dapat melihat apalagi masuk ke dalam Kerajaan Allah yaitu; hidup kekal bersama Allah.
Yohanes 3:5-6 Jawab Yesus: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Doa: Tuhan, kerjakanlah kelahiran rohani di dalam hatiku, supaya aku benar-benar hidup oleh Roh, supaya aku dapat melihat, dan masuk ke dalam hidup yang Engkau sediakan. Dalam nama Yesus, amin.
Di zaman sekarang sudah banyak aplikasi di perangkat gawai yang tidak bisa digunakan tanpa terlebih dahulu mendaftarkan diri memakai akun email yang sah, atau menjadi member dengan membayar tarif biaya secara berkala.
Demikian pula dengan perkara-perkara Kerajaan Allah tidak pernah bisa dimengerti tanpa terlebih dahulu dilahirkan kembali.
Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Doa: Tuhan, saat ini aku mau mengalami kelahiran kembali di dalam jiwaku, supaya aku sungguh-sungguh dapat melihat, mengerti, dan hidup bagi KerajaanMu, amin.
Dunia terbiasa berpikir: semakin tinggi kedudukanku, semakin banyak orang yang berada di bawahku. Berbeda dengan pandangan Tuhan bahwa yang terbesar bukan yang duduk menerima pelayanan, melainkan yang rela berdiri melayani.
Sangat jelas jika pandangan dunia dan pandangan Tuhan berjalan berlawanan arah. Itulah salah satu alasan utama mengapa banyak orang merasa sulit mengenal Tuhan.
Lukas 22:27 Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
Doa: Tuhan aku berterima kasih atas pengertian ilahi yang telah Kau berikan bahwa hadapanMu, kedudukan tinggi tanpa kerendahan hati adalah sia-sia. Bentuk hatiku untuk menjadi serupa dengan hatiMu, amin.
Pribadi yang melayani bukan pribadi yang mencari sorotan, ia tidak berpikir “apa yang akan aku dapatkan, apa untungnya bagiku,” semua tertuju kepada kepentingan pribadi melainkan memperhatikan kesempatan untuk menolong dan berpikir “apa yang bisa aku lakukan.”
Bersedia melayani sama dengan bersedia menyangkal kedagingan diri sendiri serta memberi ruang supaya karakter Kristus ada dalam hidup kita.
Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Doa: Tuhan, aku ingin mempunyai ruang untuk karakter Kristus di sepanjang hidupku; melayani dengan tulus bukan tertuju kepada apa yang aku dapatkan, amin.
Banyak orang berpikir bahwa penghakiman Tuhan adalah menjatuhkan yang buruk dan meninggikan yang baik. Namun Yesus datang membawa penghakiman yang membalikkan segala hal supaya manusia yang hidup dalam kegelapan dapat melihat kebenaran.
Terkecuali orang bebal; yang merasa selalu benar dan dengan sombongnya mengandalkan pengetahuannya sendiri; maka ia telah menerima penghakiman Tuhan yaitu tidak akan pernah dapat melihat kebenaran.
Yohanes 9:39 Kata Yesus: ”Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
Doa: Tuhan, aku akan tetap berada di bawah karunia penghakimanMu; menyadari diriku di dalam kegelapan supaya diberi penglihatan - selalu dipimpin oleh kebenaranMu, amin.
Tidak ada satu pun awan yang bisa menghapus keberadaan matahari. Awan tebal bisa menutupi sinarnya untuk sementara, tapi bukan berarti matahari telah hilang. Tidak ada seorangpun yang dapat menghapus kebenaran sekalipun setiap orang bisa mengabaikan, menyangkalnya dikarenakan hatinya yang berdosa.
Seperti sinar matahari yang tak pernah padam meski tertutup awan, demikianlah kebenaran Tuhan akan tetap bersinar selamanya.
2 Korintus 13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.
Doa: Tuhan, tolong mampukan diriku agar setiap langkah, perkataan, dan pilihanku senantiasa berpihak pada kebenaranMu, amin.
Uang memang dibutuhkan dalam hidup dan kita tidak bisa menolak kenyataan ini. Namun uang tidak dapat digunakan untuk membeli kehidupan yang kekal. Uang hanyalah alat, gunakanlah apa yang ada di tanganmu dengan berhikmat.
Bersahabatlah dengan uang, tetapi jangan menyerahkan total hatimu kepadanya karena ia tidak selamanya ada untuk menolong kita.
Lukas 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.
Doa: Tuhan, jaga hatiku agar tidak terikat pada apa yang sementara, karena hanya Engkau saja sahabat yang setia menolong sampai kepada kekekalan, amin.
Segala kemewahan dan kekayaan sering dianggap sebagai tanda pasti bahwa Tuhan sedang memberkati. Kita terbiasa mengaitkan segala sesuatu yang tampak berlimpah dan menakjubkan sebagai bukti campur tangan Tuhan. Namun jujur: tidak semua yang tampak menguntungkan dan berkelimpahan berasal dari Tuhan.
Iblis pun sanggup memberikan kemegahan dunia, jangan terkecoh oleh kilauan luar; perhatikanlah dari mana datangnya dan ke mana itu mengarahkan hatimu.
Lukas 4:6 Kata Iblis kepada-Nya: ”Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepadaMu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.”
Doa: Tuhan, lindungi dan ajarkanlah aku membedakan berkat yang dariMu supaya aku tidak tersesat dengan tawaran Iblis, amin.
Banyak orang zaman sekarang meyakini: semakin banyak harta yang dimiliki, semakin aman hidupnya, semakin dekat tujuannya tercapai. Tanpa menyadari bahwa kekayaan bisa menjadi penghalang untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, bukan karena Tuhan menutupnya.
Apa yang seharusnya menjadi berkat, perlahan berubah menjadi penghalang - menjadikan kita lebih takut kehilangan harta daripada kehilangan kehendak Tuhan.
Matius 19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Doa: Tuhan, bebaskanlah hatiku dari ketergantungan pada apa yang fana, agar Engkau tetap menjadi yang utama di atas segala milikku, amin.
Seringkali kita mengira pembentukan hanya datang kepada orang yang menerima nasihat. Padahal saat kita berani mengingatkan, menegur, atau mengoreksi sesama, kita bukan sekedar membentuk orang lain; kita juga sedang dibentuk untuk sabar, tidak mudah menyerah serta taat.
Jangan segan untuk menegur atau menolak karena kunci relasi yang sehat dan benar terhadap sesama adalah sama-sama saling membangun.
Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Doa: Tuhan, terimakasih hari ini firmanMu mengajarkanku memiliki sebuah kualitas mental yang sama untuk ditajamkan atau menajamkan tanpa menghancurkan, amin.
Hati yang bersedia dibentuk adalah hati yang terbuka untuk berubah. Perubahan tidak datang dari kesukaan diri, melainkan dari kerelaan untuk diubah, diperbaiki, dan diarahkan kembali kepada Tuhan. Sebaliknya, hati yang keras menolak dibentuk akan tetap sama, tidak bertumbuh, dan perlahan bertolak dari jalan kebenaran.
Ketika kita rela dibentuk, hidup kita tidak hanya berubah sendiri, tetapi perubahan itu membawa dampak bagi sesama.
Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
Doa: Tuhan, bentuk aku, ubahlah segala yang tidak berkenan di hadapanMu, dan jadikanlah perubahan dalam hidupku menjadi berkat bagi sesama serta kemuliaan namaMu, amin.
Ada orang berpikir mengasihi diri sendiri adalah hal yang wajar, bahkan penting. Di sisi lain orang menganggap mengasihi diri sendiri adalah hal buruk dan berkesan egois. Karena orang yang mengasihi dirinya seringkali tidak peduli kepada orang lain.
Sesuai hukum Tuhan yang terutama kedua - ketika kita mengasihi orang lain, kita justru mengasihi diri sendiri.
Markus 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.
Doa: Tuhan, ampuni aku jika selama ini aku mencintai diriku sendiri dengan cara yang egois. Ajarkanlah aku mengasihi diriku dengan benar yaitu dengan mengasihi sesama seperti diriku sendiri, amin.
Dengan melakukan hal yang sama hari demi hari terbentuklah sebuah kebiasaan. Karena terbiasa maka apa yang dilakukan hanya sebatas pengulangan dan seringkali tanpa kesadaran yang sungguh-sungguh (autopilot).
Sesuatu yang diulangi akan menjadi sebuah rutinitas dan rutinitas perlahan-lahan dapat menjauhkan kita dari hukum Tuhan yang terutama.
Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Doa: Tuhan pimpin hatiku, jiwaku, pikiranku, serta kekuatanku setiap hari jauh dari sebatas kebiasaan atau rutinitas belaka, amin.
Kita sering melakukannya, bukan? Di dalam hati kita tahu ada yang tidak lurus, tidak benar, atau ada kesalahan yang kita buat. Namun begitu cepat mulut kita bersiap membela diri. Kita merasa aman di balik alasan, tapi tanpa sadar kita terperangkap dalam kegelapan yang kita buat sendiri.
Setiap kali kita memilih membenarkan diri daripada menerima kebenaran, kita membangun tembok tebal antara kita dengan sesama, bahkan antara kita dengan Tuhan.
Roma 10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Doa: Tuhan, aku sudah merasa lelah selalu membenarkan diri daripada bersedia menerima kebenaran sejati. Ampuni aku Tuhan, mulai sekarang aku mau tunduk kepada kebenaranMu, amin.
Di zaman digital ini, layar seakan menyuapkan segala sesuatu ke hadapan kita. Hidangan visual yang menggoda, gagasan yang tampak cerdas, hingga pandangan yang perlahan menormalisasi dosa; semua tersaji dengan aroma yang memikat. Apapun keinginan hati manusia, kini mudah dicari, dilihat, bahkan diyakini sebagai hal yang wajar. Hidangan dunia dapat disajikan untuk mencemarkan kekudusan.
Hidup kudus bukan berarti sempurna, tapi berani menolak hidangan yang terlihat nikmat bahkan sekalipun dunia menyuapkan makanannya kepada kita.
Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
Doa: Tuhan, ajar aku mengingat standar kekudusanMu dengan berani berbeda dan menolak tawaran hidangan dunia yang tercemar, supaya kekudusan hidupku terjaga, amin.
Banyak dalam kehidupan perkara-perkara yang tak pernah dapat dipahami dan dapat dijawab oleh manusia sehingga kembali kepada pertanyaan “mengapa?” Selama manusia masih hidup di dunia tidak pernah akan mengetahui perbuatan Allah dari awal sampai akhir.
Alkitab meyakinkan bahwa segala sesuatu indah pada waktunya karena manusia diciptakan untuk kehidupan yang kekal bukan untuk kebinasaan.
Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Bahkan Ia memberikan semangat kekekalan di dalam hati manusia, namun demikian tidak dapat diketahui manusia perbuatan yang dibuat Allah dari awal sampai akhir.
Doa: Terimakasih Tuhan karena Engkau menciptakanku untuk kehidupan yang kekal serta memberi semangat kekekalan di dalam hatiku, amin.
Dengan nyamannya banyak orang tidak menyadari penyamaran pencuri kelas kakap yang datang bukan hanya sekedar untuk mencuri, melainkan untuk membunuh sehingga sudah banyak korban yang binasa.
Namun orang berhikmat membuka pintu untuk Sang Pemberi Hidup yang bertujuan memberkati bahkan rela melindungi dengan nyawaNya sendiri.
Yohanes 10:10-11 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
Doa: Tuhan, aku mohon tambahkan hikmat setiap hari dalam hidupku untuk dapat membedakan mana kehendakMu dari penyamaran iblis yang semakin halus, amin.
Semakin berkembangnya dunia digital, dalam hitungan detik perbuatan baik yang memancing air mata dan pujian bisa menjadi viral. Manusia mungkin menganggap memberi harta, tenaga, atau waktu sebagai pengorbanan yang sangat besar dan mulia.
Tetapi kasih sejati, bukan hanya saja bersedia menyerahkan apa yang kita miliki, melainkan mengorbankan nyawa sendiri demi orang lain.
Yohanes 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Doa: Tuhan Yesus kasihMu sungguh luar biasa bagi manusia berdosa, bahkan Engkau bersedia menjadikanku “sahabat” - bentuk hidupku setiap hari supaya aku bisa mempunyai kasihMu yang sejati, amin.
Dunia zaman sekarang sangat memuja kebebasan, "aku bebas menentukan hidupku, aku berhak melakukan apa yang kuingini." Manusia cenderung mengikuti kemauan diri dibanding mengikut Yesus.
Karena untuk mengikut Yesus, kita harus ada di posisi belakang, tetap memperhatikan supaya sesuai dengan arah dan kehendakNya, bahkan bersedia menderita.
Markus 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."
Doa: Tuhan ingatkan aku untuk selalu menempatkan diriku di belakang dan beri aku kekuatan untuk memikul salib dan setia mengikut Engkau, amin.
Banyak orang mengetahui sifat Tuhan yang maha kasih dan penyayang tanpa mengetahui hati Tuhan. Sangat indah mengetahui kasih anugerahNya yang luar biasa namun bukan berarti Tuhan menoleransi segala bentuk perbuatan dosa.
Perlu diketahui dengan jelas bahwa ada tujuh perkara yang sungguh memancing murka serta menyinggung hatiNya.
Amsal 6:16-19 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
Doa: Tuhan, buka mata hatiku setiap hari, supaya aku tidak lagi menormalisasi ketujuh perkara yang menjadi kekejian hatiMu, amin.
Kita sering kecewa saat janji tak ditepati, namun pasti kita bersyukur jika tagihan dalam jumlah besar justru tak kunjung datang. Ada sebagian orang menghendaki dengan segera keadilan Tuhan atau kedatanganNya terjadi. Namun sampai sekarang hal itu tidak kunjung datang.
Tuhan tidak lupa kepada apa yang telah ditetapkan melainkan sesuai kehendakNya, Dia masih memberi kesempatan bagi orang berdosa untuk bertobat, termasuk orang yang sepatutnya dihukum.
2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki, supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Doa: Tuhan, ajarku hidup dalam kehendakMu yaitu kesabaran serta anugerah untuk mengasihi orang lain, amin.
Sering kali kita tergoda untuk menampakkan kebaikan diri kita agar dapat dilihat dan dipuji. Ruang yang bercahaya dengan sendirinya akan memancarkan terang sehingga siapa saja yang lewat dapat melihat sinarnya, bahkan tanpa harus dipaksa untuk memperhatikannya.
Cahaya perbuatan baik yang berasal dari hidup orang benar dengan sendirinya akan terpancar keluar bagi kemuliaan Bapa di sorga.
Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Doa: Tuhan, ampuni aku jika seringkali aku ingin menampakkan kebaikanku agar dipuji dan diakui orang lain, mulai saat ini biarlah setiap perbuatanku mengarah kepada kemuliaanMu, bukan kemuliaan diriku, amin.
Berapa banyak tokoh besar yang lahir di dunia ini, namun tidak satu pun yang mampu mengubah perhitungan waktu dunia. Sejarah mencatat, seluruh peradaban hingga hari ini secara tak sadar menandai satu peristiwa luar biasa yang pernah terjadi yaitu kelahiran Yesus Kristus sebagai batas pemisah waktu dunia yang disebut “Masehi.”
Kalender dunia telah menjadi saksi bisu - bahwa bukan karena kekuasaan raja, bukan karena kebijakan penguasa, melainkan kedatangan Sang Mesias yang dari sorga.
Yohanes 3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Doa: Tuhan, aku mengucap syukur atas bukti kasih karunia keselamatanMu yang telah dinyatakan melalui tanda sejarah serta hitungan waktu dari turunnya Sang Mesias ke dunia ini, amin.
Berapa banyak tokoh besar yang lahir di dunia ini, namun tidak satu pun yang mampu mengubah perhitungan waktu dunia. Sejarah mencatat, seluruh peradaban hingga hari ini secara tak sadar menandai satu peristiwa luar biasa yang pernah terjadi yaitu kelahiran Yesus Kristus sebagai batas pemisah waktu dunia yang disebut “Masehi.”
Kalender dunia telah menjadi saksi bisu - bahwa bukan karena kekuasaan raja, bukan karena kebijakan penguasa, melainkan kedatangan Sang Mesias yang dari sorga.
Yohanes 3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Doa: Tuhan, aku mengucap syukur atas bukti kasih karunia keselamatanMu yang telah dinyatakan melalui tanda sejarah serta hitungan waktu dari turunnya Sang Mesias ke dunia ini, amin.
Para Atheis yang mengaku “tidak ada Tuhan” sedang memegang pemahaman yang bersifat kontradiksi. Karena untuk memiliki pemahaman ini pastinya Tuhan harus terlebih dahulu ada. Pemahaman "tidak adanya Tuhan" jelas berasal dari "tidak adanya iman."
Perlu diwaspadai karena orang non-Atheis juga bisa saja memiliki gejala yang serupa dengan orang Atheis.
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Doa: Tuhan, aku mau hidup berkenan kepadaMu, memiliki iman sejati berasal dari upah yang aku terima karena sungguh-sungguh mencari kebenaranMu, amin.
Jika sifat Tuhan yang kekal adalah angka 1, sedangkan harta, karier, kenyamanan, jabatan, dan segala perkara dunia yang bersifat fana adalah angka 0. Maka ketika Tuhan ditempatkan di depan, 1 diikuti banyak 0 nilainya menjadi berharga. Tetapi ketika kita membalik urutannya, dunia menjadi yang utama dan Tuhan ditempatkan di belakang: semua yang kita banggakan semakin tidak berarti.
Bukan seberapa banyak perkara dunia atau pengetahuan akan Tuhan yang kita miliki, tetapi apa yang kita tempatkan menentukan nilainya.
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Doa: Tuhan, ajarku dan ingatkan untuk menempatkanMu yang pertama dalam hidupku, sebab tanpa Engkau, semua yang kumiliki tidak berarti, amin.
Apa yang kita simpan, apa yang kita kejar, dan apa yang paling kita lindungi itulah yang sungguh menguasai hati kita. Kita sering berkata Tuhan adalah yang utama, namun kita justru tertumpu pada hal-hal yang sementara.
Pilihan kita menentukan arah hidup kita: sebab apa yang paling kita hargai akan menentukan kemana hidup kita diarahkan.
Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Doa: Tuhan, pimpinlah hatiku dan jadikanlah hidupku berpusat kepada harta sorgawi, amin.
Sering kali kita terjebak dalam kegelisahan hari ini, seakan kesulitan yang kita hadapi seperti lorong gelap yang tidak berujung. Kita ragu, kita takut, bahkan bertanya apakah Tuhan masih mempedulikan jalan hidup kita.
Sekalipun kita tidak pernah melihat rencana Tuhan, tetap yakin kepada janji kepastian dalam rencanaNya yaitu masa depan yang penuh pengharapan.
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Doa: Tuhan, ampunilah aku jika keraguanku lebih besar daripada kepercayaanku kepadaMu di tengah kesulitan. Kuatkanlah imanku serta ajarku bersandar tenang pada janjiMu, amin.
“Bisakah Tuhan menciptakan batu besar yang tidak sanggup Ia angkat? Bisakah Tuhan menciptakan lingkaran yang berbentuk persegi?” Sekilas pertanyaan ini tampak cerdas. Tetapi sebenarnya pertanyaan ini menguji kemahakuasaan Tuhan kepada permainan logika manusia.
Banyak orang merasa harus menguji Tuhan terlebih dahulu daripada mempercayai keilahian dan kedaulatanNya.
Yesaya 55:8-9 Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu”
Doa: Tuhan, ampuni dosa dan ketidakpercayaanku terhadap kedaulatan dan keilahianMu sepenuhnya, amin.
Dunia dapat menawarkan banyak jalan, manusia dapat menciptakan pemikiran-pemikiran yang masuk akal, bahkan membangun fasilitas untuk memenuhi hampir setiap gaya hidup. Namun, sehebat apapun manusia, segala sesuatu tetap memiliki batas. Sebab pada akhirnya, manusia tidak dapat melampaui kefanaannya sendiri.
Manusia fana sedang menuju kepada satu jalan dan satu kebenaran: kepada kebinasaan kekal jika tidak melalui Yesus, atau kepada kehidupan kekal jika melalui Yesus.
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Doa: Tuhan, ampuni dosa kesombonganku tidak menyadari bahwa aku manusia fana, tuntunlah langkahku ke jalan dan kebenaranMu. Mulai hari ini, biarlah Engkau menjadi Tuhan dan Juruselamat dalam hidupku, amin.
Bermacam bentuk dan motif manusia dapat pula ditemukan di gereja; dari mencari jaringan bisnis, atau membangun karir, jabatan, popularitas, keuntungan, sampai yang sudah lama menyembunyikan kemunafikannya. Bukan karena ada salib, atau karena banyak program dan logam menjadikan gereja berkenan kepada Tuhan.
Gereja yang dijadikan tempat perdagangan serta persembunyian untuk agenda kepentingan diri sendiri akan membangkitkan amarah Yesus.
Matius 21:12-13 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: ”Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Doa: Tuhan, aku minta pembaharuan setiap hari dalam hati dan pikiranku supaya aku tidak akan pernah menjadikan Bait Allah sebagai sarang kepentingan pribadi, amin.
Kesetiaan hari ini sedang mempersiapkan tanggung jawab yang lebih besar di masa depan. Daud menjadi raja setelah bertahun-tahun menggembalakan domba. Yusuf memimpin Mesir setelah bertahun-tahun menjadi budak dan narapidana. Musa memimpin Israel setelah puluhan tahun menggembalakan kambing domba di padang gurun.
Dunia modern menginginkan hasil yang instan. Semua ingin serba cepat: cepat kaya, cepat terkenal, cepat berhasil. Tetapi Tuhan membangun hidup seseorang melalui kesetiaan.
Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Doa: Tuhan, ampuni aku yang telah sering mengabaikan perkara-perkara kecil, mulai hari ini tolong bentuk karakterku untuk setia dalam perkara-perkara kecil, amin.
Alkitab telah memberitahukan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Para suami diperintahkan untuk hidup bijaksana serta menghormati istrinya sebagai kaum yang lemah. Tidak ada orang yang dengan sengaja memukul keras tulang rusuknya karena itu akan menyakiti diri sendiri.
Tidak ada orang yang ingin doanya terhalang. Kunci doa suami terdapat pada bagaimana ia memperlakukan pasangan yang Tuhan tempatkan di sisinya.
1 Petrus 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Doa: Tuhan, hari ini dengar doaku dan ampuniku, lembutkan hatiku. Ajarku hidup bijaksana kepada istriku sebagaimana aku melindungi tulang rusukku sendiri, amin.
Ketundukan sesuai Alkitab bukanlah kehinaan terhadap istri namun sebuah tanggung jawab dalam pernikahan di hadapan Tuhan. Rumah tangga yang berkenan dan diberkati hanya bisa dibangun oleh ketundukan kepada Tuhan: istri tunduk kepada suami dan suami tunduk kepada Tuhan.
Permulaan serta bukti nyata dari ketundukan adalah kerendahan hati, kesetiaan dan tahan uji.
Efesus 5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.
Doa: Tuhan, dengan segala kerendahan hati, tilik lagi hatiku supaya ketundukan dalam hidupku bisa terlihat nyata bagi kemuliaan namaMu, amin.
Orang tua dapat membiayai anaknya ke berbagai fasilitas pendidikan bahkan yang terbaik sekalipun. Mereka bisa mengajarkan anak-anaknya untuk hidup sehat, hidup bahagia, menjadi sukses. Tetapi hasil dari ajaran manusia pasti berbeda dari janji Tuhan. Di zaman modern yang identik dengan “kemajuan” justru melahirkan generasi yang kehilangan hormat, kehilangan batas, dan kehilangan arah.
Setiap keputusan manusia pasti membawa dampak, namun setiap perintah Tuhan menyediakan janji yang menyertainya.
Efesus 6:2-3 “Hormatilah ayahmu dan ibumu - ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”
Doa: Tuhan, beri aku hati yang bersedia melakukan seturut perintahMu, supaya janjiMu menyertai sepanjang hidupku, amin.
Sebuah rumah bisa memiliki Alkitab, salib, gambar atau buku rohani, bahkan rutin pergi ke gereja tetapi semua itu tidak otomatis menjadikan sebuah keluarga takut akan Tuhan. Keluarga tidak akan otomatis menjadi keluarga yang takut Tuhan hanya karena tinggal di rumah tangga yang beragama. Keluarga tidak otomatis mengenal Tuhan hanya karena lahir dari keturunan yang mengenal Tuhan.
Iman tidak bisa diwariskan hanya dari silsilah keturunan namun dari keputusan yang diambil untuk mengabdi kepada Tuhan sepenuhnya.
Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!
Doa: Tuhan, hari ini aku mengambil keputusan untuk mengabdikan seluruh hidupku kepadaMu, jadilah pusat bagi seisi rumahku, amin.
Apa yang dipersatukan akan menjadi kuat dan kesatuan identik dengan kemenangan. Ini telah menjadi kehendak Allah di awal penciptaan ketika Dia mempersatukan laki-laki dan perempuan. Pernikahan adalah simbol kemenangan karena keduanya saling menguatkan.
Ketika dua orang menjadi satu daging, bukan berarti kemenangan salah satu adalah kekalahan yang lain tetapi pernikahan adalah rencana panggilan Tuhan untuk bersatu.
Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Doa: Tuhan, aku pribadi tidak mau rencana yang telah Kau tetapkan sejak semula hancur karena keegoisanku. Mulai saat ini aku akan menjaga kesatuan untuk kemenangan bersama, amin.
Setiap orang ingin kepastian sebelum melangkah, ingin jawaban sebelum taat, ingin mengetahui sebelum melakukan, dan ingin jaminan sebelum memberi. Memang lebih mudah melihat terlebih dahulu daripada percaya. Jadi apa fungsi 'percaya' jika semuanya harus dilihat terlebih dahulu?
Bukankah sebenarnya kehidupan setiap orang sehari-hari berdasarkan percaya karena manusia tidak selalu tahu apa yang akan terjadi besok.
Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Doa: Tuhan, mulai saat ini aku mau lebih percaya dalam segala hal sekalipun aku tidak mengerti dan belum melihat…
Telinga kita terbuka untuk mendengar begitu banyak suara; baik melalui berita di berbagai media sosial, apa yang dikatakan keluarga, teman, orang lain, bahkan suara dari dalam diri sendiri. Tanpa kita sadari, apa yang terus-menerus kita dengarkan sedang membentuk apa yang kita percayai.
Itu sebabnya sangat penting kemana kita mengarahkan pendengaran kita karena itulah yang akan membentuk iman kita.
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Doa: Tuhan, mulai saat ini pimpin aku untuk mengarahkan telingaku, terutama kepada firman Kristus yang dapat memberiku iman sesungguhnya, amin.
Setiap minggu kita menyanyi dan memuji Tuhan, setiap hari kita berdoa meminta Tuhan memberkati hidup kita, tetapi dengan mulut yang sama kita terus mengucapkan kepahitan, kutuk, keluhan, penghinaan, dan kata-kata yang mematikan harapan orang lain. Perkataan bisa keluar dari mulut dalam hitungan detik, tetapi dampaknya bisa tinggal bertahun-tahun.
Kita sering menganggap perkataan hanyalah suara yang segera berlalu. Tetapi di hadapan Tuhan, setiap perkataan dapat menjadi benih. Jadi, pertanyaannya bukan “apa yang kamu katakan?” Tetapi “kehidupan apa yang sedang kamu tanam melalui perkataanmu?”
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Doa: Tuhan, mulai saat ini pimpin aku menggunakan lidahku untuk membawa kehidupan, menguatkan yang lemah, menghibur yang terluka, menegur yang salah dengan kasih…
Kejujuran kadang tampak merugikan. Kebaikan kadang tidak dihargai. Integritas seringkali diuji. Kita mengampuni, tetapi kembali disakiti. Kita melayani, tetapi seolah-olah tidak ada yang melihat. Namun Tuhan melihat setiap perbuatan yang dilakukan dengan hati yang tulus. Walaupun seringkali manusia tidak memberi penghargaan, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan kesetiaan umatNya.
Petani tidak mencabut benih hanya karena keesokan harinya belum melihat buah. Ada proses yang tidak terlihat sebelum tiba waktunya untuk menuai. Jangan berhenti hanya karena kita belum melihat hasilnya.
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Doa: Tuhan, ketika aku lelah dan kecewa, kuatkan aku untuk tidak menyerah melakukan yang terbaik. Ingatkanku selalu bahwa Engkau melihat setiap benih yang kutabur dalam ketaatan, dan pada waktuMu aku akan menuainya, amin.
Ada berbagai pandangan yang menyangkal adanya kehidupan setelah kematian. Mulai dari pemahaman reinkarnasi, semua orang pasti selamat, cukup dengan perbuatan baik, sampai kepada golongan yang tidak percaya adanya sorga dan neraka. Manusia sering terlalu yakin dengan sesuatu yang belum pernah ia alami walaupun semua pemahaman mereka pada akhirnya bukanlah kepastian mutlak.
Jika nanti memang tidak ada kehidupan setelah kematian; tidak ada sorga dan neraka; maka hidup manusia sebatas kematian. Tapi bagaimana jika semua pemahaman itu salah?
Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Doa: Tuhan, aku percaya tanpa kekekalan hidup tidak memiliki tujuan. Tuntun langkah hidupku setiap waktu supaya aku tidak mengabaikan kebenaranMu, amin.
Mungkin banyak kitab, banyak tulisan, banyak ajaran yang bahkan bisa disebut suci walaupun sumbernya berasal dari adat leluhur turun temurun manusia tentang Allah. Manusia bisa saja menyusun berbagai macam ideologi atau teologi sesuai agenda pribadi lalu menyebutnya kebenaran.
Bukti mutlak bahwa Alkitab bersumber dari Tuhan bukan karena manusia menyebutnya suci, bukan karena tradisi turun-temurun, atau dari banyak orang yang mempercayainya tetapi dari apa yang diilhamkan Allah serta buah pertobatan dalam diri seorang.
2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Doa: Tuhan, aku bersyukur mengetahui satu-satunya tulisan hidup yang diilhamkan Allah sebagai dasar utama dari iman yang benar, amin.
Kita bisa bernyanyi dengan suara yang indah, berkhotbah dengan kata-kata yang kuat, melayani dengan begitu aktif tetapi apakah kita bersedia melakukan sesuatu ketika tidak ada seorang pun yang melihat? Setiap orang pasti senang ketika dilihat, dihargai, dipuji, dan dianggap penting dalam pelayanan.
Tidak banyak yang bersedia melayani tanpa penghargaan, tanpa dilihat siapa pun, namun inilah yang diajarkan Yesus: “pelayan sejati bukan mencari panggung untuk dipuji, tetapi memberikan punggung untuk pikul salib.”
Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."
Doa: Tuhan, aku siap mengikutMu sepenuhnya: yang berarti menyangkal diri dan memikul salib: taat, meski berat. Jadikan hidupku persembahan yang berkenan bagi kerajaanMu, amin.
Kalau kita diberi kesempatan untuk mengetahui sedikit masa depan kita; apa yang akan terjadi besok, kemungkinan besar kita ingin melihatnya. Banyak orang bersedia membayar mahal untuk mengetahui masa depannya sementara Tuhan telah memberikan peringatan tentang masa depan melalui FirmanNya.
Alkitab tidak selalu memberitakan masa depan yang ingin kita dengar. Tetapi kebenaran tidak harus menyenangkan pendengar untuk menjadi benar.
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.
Doa: Tuhan, terimakasih sudah mengingatkanku kembali tentang kematian dan penghakiman supaya aku lebih mempersiapkan diri untuk selalu hidup dalam kebenaran firmanMu, amin.
Dosa tidak datang memaksa tapi menyusup dengan janji manis lalu perlahan memegang kendali. Tidak lagi memilih apa yang benar, melainkan tunduk pada apa yang mendesak di dalam hati. Tahu salah, tetapi tidak bisa berhenti dari siklus yang terus berulang sampai terasa normal.
Demikianlah dosa bekerja bukan dengan paksaan, melainkan dengan kebiasaan yang menjadikan kita pelayannya. Dosa tidak pernah puas hanya menjadi tamu. Dosa ingin menjadi tuan dalam hidup kita dan sebagian orang bangga dengan status budak.
Yohanes 8:34 Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”
Doa: Tuhan, aku telah lama menjadi budak dosa. Tolong bebaskanku dari rasa bangga sebagai budak supaya mulai hari ini aku bangga menjadi anakMu yang merdeka, amin.
Dalam dunia banyak orang berlomba-lomba naik ke tempat yang tinggi; mereka mencari posisi, pengakuan, pengaruh, dan penghormatan. Tetapi semakin tinggi seseorang ingin terlihat, semakin banyak pula orang yang ingin memperebutkan bahkan menjatuhkannya.
Sangatlah lebih baik hidup dengan kerendahan hati, dimana kita tidak perlu terus-menerus mempertahankan posisi, membuktikan diri, atau takut kehilangan penghormatan. Mengapa? Karena kita sudah berada di tempat yang rendah.
Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
Doa: Tuhan, terimakasih untuk kebenaran firmanMu, jauhkan aku dari roh kesombongan dan pimpin aku oleh roh kerendahan hati, amin.
Dengan mudah kita bisa menilai orang yang menimbun uang, pelit, perhitungan, suka mengambil untung “Itulah orang yang cinta uang.” Tanpa menyadari perangkap halus yang berhasil menjebak banyak orang kepada akar dari segala kejahatan yaitu hutang piutang.
Orang yang tamak ingin menguasai uang, orang yang terikat hutang justru dikuasai oleh uang. Kedua hal ini memiliki akar yang sama.
1 Timotius 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Doa: Tuhan, terimakasih Engkau telah membuka mataku, selama ini aku tidak menyadari bahwa hutang piutang adalah benih yang membentuk akar segala kejahatan dalam diriku...
Kita mempertahankan pekerjaan, hubungan, kenyamanan, keinginan, atau rencana karena semuanya terlihat baik. Kita berdoa meminta sesuatu yang menurut kita itu baik. Sering juga berpikir bahwa apa yang baik berarti kita sedang berada dalam kehendak Tuhan.
Namun tidak selalu yang baik menurut kita adalah yang terbaik menurut Tuhan. Terkadang Tuhan harus mengambil sesuatu yang kita anggap baik agar membawa kita kepada sesuatu yang jauh lebih baik menurut kehendakNya.
Matius 16:22–23 “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Tetapi Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
Doa: Tuhan, ajar aku membedakan antara apa yang baik menurut pikiranku dan apa yang terbaik menurut kehendakMu. Jika yang aku inginkan bukan yang terbaik menurutMu, berikan aku hati untuk melepaskannya, amin.
Dapatkah orang menjaring angin? Angin itu nyata, tetapi tidak dapat kita genggam. Demikian pula dalam hidup banyak hal yang kita butuhkan dan ini memang kenyataan hidup. Tetapi semua ini sifatnya seperti angin tidak akan dapat kita genggam.
Tidak seorangpun yang dapat menggenggam apa yang ada di dunia ini selamanya karena segalanya bersifat sementara.
Pengkhotbah 1:14 Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
Doa: Tuhan, aku mau selalu bersyukur untuk hidup yang telah Kau berikan serta kebenaran firmanMu yang menyatakan arti dan tujuan hidup sesungguhnya, amin.
Mungkin sekarang tidak banyak manusia yang menyembah patung berhala, namun tanpa disadari banyak manusia yang menggantikan kemuliaan Tuhan dengan sesuatu yang fana. Kebebasan tanpa Tuhan dapat menjadikan seseorang budak terhadap keinginan sendiri.
Manusia bisa dengan mudah meninggalkan Yang menciptakan demi sesuatu yang diciptakanNya. Perhatikan urutan sesuai yang telah dikatakan Alkitab: menggantikan kemuliaan Allah = mengikuti keinginan hati = hidup dalam kecemaran.
Roma 1:23-24 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Doa: Tuhan, lepaskan aku dari segala bentuk berhala dan keinginan yang tidak berkenan kepadaMu. Supaya tubuh, pikiran, waktu, dan seluruh hidupku menjadi milik-Mu, amin.
Pernahkah kita mengalami perasaan bersalah akibat dari perbuatan kita? Atau mungkin kita sedang mengalaminya sekarang. Kita takut atau merasa malu jika perbuatan yang tidak terpuji itu diketahui orang lain.
Dosa yang disembunyikan tidak pernah menjadi dosa yang hilang tetapi dosa yang diulang. Tidak ada yang tersembunyi dari Allah, maka pengulangan dosa berkali-kali sudah jelas bukan pengakuan sejati yang membawa kepada pertobatan.
1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Doa: Tuhan, hari ini aku mengaku segala perbuatan dosa yang sudah lama aku sembunyikan. Penuhi diriku dengan kuasa Roh Kudus untuk menghentikanku dari lingkaran dosa yang menghancurkan hidupku, amin.
Jika ada orang berdiri di atas gedung yang sangat tinggi. Ia berkata, “saya percaya hukum gravitasi.” Tetapi kemudian ia melompat dari gedung itu. Apakah dia benar-benar percaya kepada hukum gravitasi? Tentu tidak. Karena jika dia sungguh percaya, kepercayaannya akan mempengaruhi tindakannya. Pasti dia tidak akan melompat.
Maka demikian juga dengan iman kepada Kristus. Percaya kepada Yesus bukan hanya mengakui bahwa Dia ada atau mengatakan bahwa saya adalah orang Kristen. Iman yang sejati pasti mempengaruhi cara hidup kita.
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Doa: Tuhan, ampuni aku jika sampai saat ini kepercayaanku tidak mempengaruhi cara berpikir, berbicara, mengambil keputusan, dan menjalani hidup yang berkenan kepadaMu...
Yesus tidak pernah mengubah pesanNya demi menyenangkan telinga para pendengar. Pesan pertama Yesus bukan, "kamu luar biasa," atau "semua akan baik-baik saja." Tetapi pesan pertamaNya adalah, "bertobatlah."
Pesan pertobatan bukan pesan motivasi, penghiburan, atau kesuksesan. Pertobatan juga bukan hanya sekedar merasa bersalah atau supaya lepas dari masalah melainkan merubah arah hidup sepenuhnya. Manusia hidup setiap detik dikarenakan kasih karunia Allah yang memberi kesempatan untuk bertobat.
Matius 4:17 Sejak waktu itulah Yesus mulai memberitakan: 'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat
Doa: Tuhan, berikan aku hati yang lembut untuk pertobatan. Ampunilah aku yang tidak menyadari bahwa setiap nafas hidup adalah kasih karuniaMu yang memberiku kesempatan untuk bertobat…
Mudah untuk mentaati Tuhan, mudah mengatakan “aku percaya kepada Tuhan” selama perintahNya sesuai dengan rencana kita. Tetapi apakah kita benar-benar percaya ketika FirmanNya meminta kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan?
Mungkin hari ini Tuhan sedang berkata, “Tebarkanlah jalamu lagi.” Jangan biarkan kegagalan kemarin menjadi alasan untuk tidak mentaati Tuhan hari ini.
Lukas 5:4-5 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Doa: Tuhan, berikan aku hati seperti Petrus yang mau berkata, “karena perkataanMu.” Jangan biarkan kegagalan, pengalaman, atau kenyamananku menghalangi ketaatanku kepadaMu, amin.
Suatu yang wajar ketika seseorang memperingatkan kita karena karakter kita buruk, perkataan kita kasar, atau kita bertindak tanpa hikmat. Jangan menyebut setiap teguran sebagai penganiayaan. Jika kita menderita karena kesalahan sendiri, itu bukanlah kebanggaan iman.
Yesus jelas mengatakan bahwa mengikut Dia bukan berarti bebas dari penderitaan. Perhatikan kata “karena Aku.”
Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Doa: Tuhan, berikan aku sukacita untuk memampukan kesetiaanku kepadaMu ketika kebenaran membuatku tidak disukai…
Dunia modern sering berkata, "santai saja, nikmati hidup. Tidak perlu terburu-buru, masih banyak waktu." Bahkan, ada orang yang mengatakan "tunggu waktu Tuhan," padahal sebenarnya semua ini adalah sebuah paket kemalasan. Musuh tidak selalu harus menghancurkan iman kita; cukup membuat kita nyaman, menunda, dan puas dengan keadaan. Itulah perangkap iblis yang telah menjebak banyak orang.
Firman Tuhan tidak pernah memuliakan kemalasan namun dengan tegas menyatakan bahwa kemalasan selalu memiliki harga yang harus dibayar.
Amsal 19:15 Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.
Doa: Tuhan, tolong lepaskan aku dari jebakan iblis yang membenarkan kemalasan dengan berbagai alasan. Tolong aku memiliki hati yang rajin, setia, dan bertanggung jawab dalam setiap panggilan yang Engkau berikan, amin.
Sangat sulit untuk mengampuni orang yang telah menyakiti kita. Rasa marah, dendam, kepahitan, perkataan kasar, kebencian mengalir kuat dalam diri kita untuk membalas apa yang dilakukan oleh orang itu.
Menyimpan dendam seperti mengaktifkan bom di dalam diri kita. Cepat atau lambat ledakan emosi tidak dapat dihindari dan seringkali bukan hanya saja menghancurkan hubungan dengan sesama, tetapi juga dapat membunuh damai, sukacita, dalam diri kita sendiri.
Efesus 4:31-32 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Doa: Tuhan, saat ini aku mau lepaskan segala dendam, kepahitan, kemarahan, atau pengampunan yang tertahan di dalam hatiku. Dan saat ini juga aku mengampuni (nama…) aku serahkan (nama…) kepadaMu, amin.
Dunia semakin mudah mengorbankan kejujuran demi keuntungan pribadi, membenarkan diri daripada hidup benar. Cara hidup yang penuh tipu daya dan kepura-puraan tampak menguntungkan sesaat, namun pada akhirnya akan menghancurkan sendiri pelakunya.
Kejujuran bukan sekadar berbuat baik saat dilihat orang melainkan kepastian bahwa tidak ada perbedaan antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita lakukan.
Amsal 11:3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
Doa: Tuhan, tanamkanlah hati yang jujur dan lurus di dalamku. Jadikan kejujuran sebagai penuntun setiap langkahku, amin.
Iman = Aman, Sehat, Sukses: rumus positif yang membangun doktrin kemakmuran lalu menyebutnya sebagai “kebenaran Tuhan.” Doktrin ini sangat populer di berbagai negara khususnya di negara yang rata-rata level tingkat kemiskinannya tinggi. Jika konsep itu benar, maka tokoh Alkitab bernama Ayub pasti orang yang paling tidak beriman.
Tidaklah cukup hanya mengetahui kebenaran dari orang lain tanpa memiliki ruang untuk mengenal Tuhan dan kebenaranNya secara pribadi.
Ayub 42:5-6 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
Doa: Tuhan, tolong aku mengambil keputusan untuk memiliki iman sejati yaitu melalui pengenalan dan kebenaranMu secara pribadi setiap hari. Amin
Tuhan palsu tidak punya kuasa untuk mengampuni, selalu berubah sesuai ambisi, kenyamanan, atau keinginan manusia, mengikat juga memperbudak manusia dalam kenyamanan serta hawa nafsu.
Tapi Tuhan yang benar, Ia mempunyai kuasa untuk mengampuni, ketetapanNya tidak berubah. KebenaranNya menyediakan karya pembebasan dan penyelamatan manusia.
Ibrani 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Doa: Yesus, terima kasih atas pewahyuan bahwa Engkau satu-satunya Tuhan yang benar serta Juruselamat manusia, Amin.
Kita sering berpikir untuk menyenangkan hati Tuhan, kita harus memberi persembahan, rajin ke gereja, ikut pelayanan, atau membaca Alkitab, berdoa panjang setiap hari dan melakukan hal-hal terpuji lainnya. Itu semua memang baik.
Tapi Yesus telah mengungkapkan rahasia hati Bapa yang lebih dari hanya menyenangkan hatiNya saja, melainkan rahasia yang bahkan membuat seluruh kerajaan sorga bersukacita.
Lukas 15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.
Doa: Tuhan, jadikan aku pribadi yang dapat membawa orang dalam pertobatan, supaya hidupku senantiasa mendatangkan sukacita di sorga, amin.
Bersyukur saat senang itu mudah. Tapi bersyukur saat susah, kecewa, atau rugi itu sangat sulit bagi manusia modern yang terbiasa menuntut kenyamanan. Bersyukur bukan berarti kita senang menderita, tapi kita percaya bahwa Tuhan tetap baik dan berdaulat meski keadaan tak menyenangkan.
Rasa syukur mengubah cara pandang kita: dari meratapi apa yang hilang menjadi menghargai apa yang masih ada.
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Doa: Tuhan, tanamkan hati yang selalu bersyukur, baik saat senang maupun susah. Jangan biarkan aku mengeluh dan bersungut-sungut, tapi ajarkan aku melihat kebaikanMu di setiap perjalanan hidupku. Dalam nama Yesus, amin.
Pendeta datang melayani, berkhotbah, dan memimpin ibadah pada waktu yang ditentukan. Gembala lebih dari hanya melayani atau hanya menjalankan tugas formalitasnya saja. Tetapi yang mengasihi, memuridkan, rela berkorban, sebagai sahabat yang menolong serta bapa yang membimbing kepada kebenaran.
Orang bisa memiliki banyak pendeta yang bergelar dan cakap mengajar namun tidak pernah memiliki gembala sebagai bapa rohani dalam Kristus di hidupnya.
1 Korintus 4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu‑ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
Doa: Tuhan, aku meminta roh kepekaan sehingga dapat memberikanku hikmat untuk mengenali gembala yang menjadi bapa rohani dalam Kristus Yesus bagi hidupku…
“Kita perlu menghargai sesama.""Tuhan itu kasih, Dia menerima apa adanya.""Yesus mengajarkan jangan menghakimi, kenapa kamu menghakimi?” Semua pernyataan ini bisa menjadi bentuk penyalahgunaan kasih karunia Allah.
Ketika kasih Tuhan dipakai untuk membenarkan apapun termasuk pola hidup yang bertentangan dengan firmanNya. Bukan sebagai pengampunan dan jalan pertobatan, hal ini jelas alasan untuk memuaskan hawa nafsu.
Yudas 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Doa: Tuhan, selidiki hatiku jangan sampai aku mengubah kasih karunia menjadi kebebasan untuk berbuat sesuai keinginan diri sendiri…
Emas bisa menipu mata, tetapi tidak bisa membeli satu detak jantung, uang bisa memperpanjang kenyamanan, tetapi tidak bisa memperpanjang umur.
Apapun yang ada di dunia tidak pernah mampu membeli kehidupan, menambah umur, atau menukar kesehatan yang Tuhan anugerahkan. Semua yang manusia kumpulkan lenyap begitu saja sesuai dengan usia yang telah ditentukan.
Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
Doa: Tuhan, ajar aku setiap hari menghargai waktu yang ada dengan mengutamakan kerajaanMu yang abadi, bukan segala perkara dunia yang sementara ini. Dalam nama Yesus, amin.
Pemberitaan Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi adalah tugas utama sebelum masa kesudahannya tiba. Jika setiap orang mengambil bagian untuk menjadi saksi kepada sesama di area mereka masing-masing maka misi pemberitaan Injil ke ujung bumi ini akan terselesaikan.
Matius 24:14 “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah datang kesudahannya.”
Doa: Berikan aku keberanian dan kesempatan membagikan Kabar Baik kepada siapa saja yang Kau kirimkan.
Kita tidak ditugaskan menebak waktunya, melainkan hidup siaga setiap saat. Pemikiran serta asumsi “masih lama” membuat kita lengah.
Kepastian kedatangan Kristus menuntut kesiapan hidup setiap hari bukan menunggu terjadi baru bertindak!
Matius 24:37-39 Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Doa: Tuhan, saat ini aku bertobat sebagai awal dari persiapan untuk hidup siaga dan tidak menunda lagi ketaatanku akan FirmanMu.
Amsal 1:33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.
Setelah peringatan keras, Amsal ini ditutup dengan janji yang penuh harapan. Jaminan tempat berlindung yang aman bagi yang mendengarkan seruan hikmat dengan datang menuju kepada suara Tuhan yang berarti mentaati dan melakukan firmanNya. Aman bukan berarti hidup nyaman tetapi Tuhan ada bersama dengan kita.
Doa: Ajari aku setiap waktu untuk selalu takut akan Engkau supaya beroleh hikmat sorgawi, tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka. Amin.
Amsal 1:29-32 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.
Ketiga ayat ini masih menegaskan bahwa Bukan karena Tuhan tidak peduli, tetapi karena manusia keras kepala. Kebodohan bukan soal tidak tahu, tetapi soal tidak mau tahu. Pada akhirnya, orang binasa bukan karena ditakdirkan, tetapi karena pilihannya sendiri.
Doa: Tuhan terangi aku oleh firmanMu sebagai pelita dalam setiap langkah hidupku agar aku nanti tidak tersesat oleh keputusanku sendiri. Amin.
Amsal 1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.
Ini peringatan keras bagi siapapun yang sesuai keinginan hatinya menutup diri begitu keras hingga tak ada lagi suara hikmat, sekalipun tanpa putus asa mereka mencari, tetapi tidak akan menemukannya. Ada saatnya nanti ketika manusia berseru tapi hikmat Tuhan terdiam. Hari ini hikmat Tuhan masih berseru dan memanggil. Kelak tidak ada lagi kesempatan yang ada hanya konsekuensi.
Ada keinginan berubah namun sudah terlambat seperti pasien yang mengabaikan dokter terus-menerus, lalu mencari pertolongan saat kondisinya sudah parah. Dengar suara hikmat Tuhan sekarang.
Doa: Tuhan, terimakasih untuk seruan hikmatMu dan aku masih bisa mendengarnya, mulai saat ini pimpin hidupku karena aku tidak ingin menjauh dari hikmatMu. Dalam nama Yesus. Amin.
Amsal 1:26-27 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
Jika orang “menertawakan, mengejek” hikmat Tuhan dengan cara meremehkan firman Tuhan, merasa lebih pintar. Maka hal yang sama pula akan terjadi ketika malapetaka mendatangi mereka. Ayat ini adalah peringatan yang bersifat konsekuensi juga pesan kuat bahwa tanpa hikmat hidup manusia menjadi semakin parah.
Doa: Tuhan, aku tidak ingin menjadi orang bodoh yang bertopeng keangkuhan, merasa lebih pintar. Tapi saat ini aku benar-benar bersedia hidup oleh firmanMu supaya kehancuran tidak datang menimpaku. Amin.
Amsal 1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
Nasihat hikmat Tuhan dalam dunia modern seringkali tidak populer karena menuntut komitmen. Nasihat hikmat lebih berguna daripada banyak kata-kata lembut atau ucapan motivasi. Manusia ingin Tuhan berbicara, hanya jika sejalan dengan kehendak pribadi. Dengan tidak mengabaikan teguran dan menerima nasihat maka kita mendapatkan hikmat.
Doa: Tuhan, terimakasih atas terang firmanMu sebagai pelita hikmat untuk belajar rendah hati dari setiap nasihat dan teguranMu. Amin.
Amsal 1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
Hikmat Tuhan berbicara berkali-kali, tapi manusia berpura-pura tuli. Dia mengulurkan tangan, tapi kita sibuk menggenggam dunia. Hati yang keras bukan tidak peduli, tapi sudah tidak serius. Hati yang menunda ketaatan, sedang mengumpulkan penyesalan di hari depan.
Doa: Tuhan, ampunilah ketidak-seriusanku yang terus menolak panggilanMu lagi dan lagi. Saat ini aku mau merespons tanganMu yang terulur dan tak akan pernah kulepaskan. Amin.
Amsal 1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
Teguran Tuhan bukan tanda penolakan, tetapi undangan kasih. Namun banyak hati yang lebih memilih tersinggung daripada bertobat. Kasih Tuhan selalu lebih dulu datang sebelum murka-Nya. Ia memperingatkan bukan untuk mengancam, tapi untuk menyelamatkan.
Masalahnya: kita lebih sibuk menutup pintu dengan dalih “nanti saja”
Doa: Tuhan, lembutkan hatiku untuk tidak menolak teguran-Mu. Jadikan setiap koreksi sebagai tanda kasih, bukan hukuman. Amin.
Amsal 1:22 Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
Generasi ini tahu segalanya kecuali bagaimana menjadi berhikmat. Manusia lebih mencintai kesalahan, menertawakan kebenaran, dan menyebut dosa sebagai gaya hidup. Hikmat Tuhan berseru: “Berapa lama kamu mau dibodohi?”
Peringatan: orang bebal akhirnya akan hancur oleh kebebalannya sendiri.
Doa: Tuhan, jangan biarkan aku mencintai kebodohan. Ajarku haus akan hikmat-Mu sebelum aku belajar dengan cara yang menyakitkan. Amin.
Amsal 1:21 Di atas tembok ia berseru-seru, di depan pintu gerbang kota ia mengucapkan perkataannya.
Hikmat Tuhan tidak bersembunyi. Ia masih berbicara di dunia untuk semua orang bahkan di layar gadget kita. Namun manusia lebih memilih suara yang menyenangkan dan mengabaikan suara hikmat. Dunia modern penuh dengan bermacam-macam suara sehingga suara kebenaran tenggelam dengan mudah diantara kebisingan duniawi.
Doa: Ya Tuhan, tolong aku agar peka mendengar suara kebenaranMu di dunia yang semakin ramai dengan keduniawiannya. Amin.
Amsal 1:20 Hikmat berseru di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya.
Tuhan berbicara bukan hanya di mimbar, tapi di tengah kehidupan kita. Namun dunia modern telah mengganti keheningan rohani dengan kebisingan digital. Hikmat masih berseru dalam setiap kegagalan, konflik, kehilangan, bahkan keheningan malam tapi banyak hati yang sudah terlalu sibuk untuk mendengarnya. Orang tidak punya waktu lagi untuk mendengar perkara-perkara Tuhan hari ini.
Doa: Tuhan, aku tidak ingin kehilangan pendengaran rohaniku agar aku tetap dapat mendengar suara hikmatMu di tengah kebisingan dunia. Amin.
Wahyu 2:11 “Siapa yang mempunyai telinga, biarlah ia mendengarkan apa yang Roh katakan kepada jemaat-jemaat. Siapa yang menang, ia sekali-kali tidak akan mengalami kematian kedua."
Yesus berbicara kepada semua orang, tapi hanya yang bertelinga yang mendengarkan. Dia bukan mencari yang hebat, tapi yang tidak menyerah. Mereka adalah pemenang.
Dunia modern penuh suara: motivasi, filosofi, berita, komentar tapi sedikit hati yang masih mau taat kepada firman Tuhan. Banyak orang “beragama,” tapi tidak lagi peka terhadap teguran Roh Kudus. Yesus berkata, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Pertanyaannya: Masihkah hatimu mendengar saat Tuhan berbicara?
Perenungan: Kemenangan rohani tidak dicapai dengan keahlian atau prestasi, tapi dengan kesetiaan. Bukan karena kuat, tapi karena taat.
Doa: “Tuhan, berikan aku telinga rohani yang peka dan hati yang tulus untuk melakukannya. Biarlah kesetiaanku adalah kekuatanku, memampukan aku terus berjalan bersamaMu sampai akhir hidupku. Amin.”
Wahyu 2:10 Janganlah engkau takut terhadap apa yang akan engkau derita. Lihatlah, iblis akan memasukkan sebagian dari antaramu ke dalam penjara agar kamu dicobai dan kamu akan mengalami kesukaran selama sepuluh hari. Setialah sampai mati, dan Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.
Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa penderitaan tapi Dia menjanjikan penyertaanNya sampai di akhir zaman. Dia tahu kesukaran yang kita alami ada masanya, “hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
Kita hidup di masa di mana orang Kristen sering ingin “zona nyaman” Sedikit penderitaan langsung dianggap bahwa Tuhan tidak peduli. Iman yang tidak pernah diuji tidak pernah terbukti sejati. Tantangan zaman modern adalah kenyamanan yang mematikan semangat rohani.
Perenungan: Apakah aku masih setia kepada Kristus ketika imanku tidak membawa keuntungan? Apakah aku masih percaya ketika doa belum dijawab?
Doa: “Tuhan, kuatkan hatiku untuk tetap setia, sekalipun dalam kesukaran yang sangat berat. Tidak akan ada kehancuran di dalam kesetiaan sebab Engkau ada bersamaku. Amin.”
Yesus tahu segalanya bukan hanya tentang apa yang kamu lakukan, tapi kesetiaanmu. Dia tahu perjuangan di balik senyum, air mata yang tak terlihat, dan iman yang tetap menyala meski dalam penderitaan. Dunia berkata, “engkau miskin… tapi di mataKu engkau kaya.”
Zaman ini memuja kesuksesan. Ukuran nilai manusia ditentukan dari harta, rumah, dan gelar. Tapi Tuhan menilai berbeda, Dia melihat ketulusan hati di tengah kekurangan. Ada yang punya segalanya tapi tidak punya damai, dan ada yang tidak punya apa-apa tapi hatinya penuh syukur, jadi siapa sebenarnya yang lebih kaya?
Wahyu 2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu namun engkau kaya dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
Perenungan: Kekayaan sejati bukan apa yang aku simpan, tapi apa yang kita serahkan kepada Tuhan. Miskin di dunia, tapi kaya dalam kasih Kristus, jauh lebih mulia daripada seluruh kekayaan dunia.
Doa: “Tuhan, biarlah aku belajar merasa cukup karena Engkau cukup bagiku. Jadikan imanku harta yang tak bisa dirampas oleh dunia. Amin.”
Yesus memperkenalkan diri bukan sekadar sebagai penghibur, tetapi sebagai Pribadi yang sudah melewati kematian dan bangkit. Dia berbicara bukan dari teori iman, tapi dari kemenangan nyata. Dia berkata, “Aku tahu jalan yang kamu tempuh. Aku sudah lebih dulu di sana.”
Manusia zaman ini berlari mengejar yang baru: teknologi baru, tren baru, sistem baru tapi hatinya kosong. Kita mencari arah dari sesuatu yang belum pasti, padahal Tuhan sudah berkata, “Akulah yang Awal dan yang Akhir.” Kita sibuk menata masa depan, tapi lupa bahwa masa depan itu sudah dalam tangan Tuhan.
Wahyu 2:8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
Perenungan: Apakah aku masih percaya bahwa Yesus berdaulat atas segala permulaan dan akhir hidupku? Atau aku lebih percaya pada kendaliku sendiri?
Doa: “Tuhan Yesus, Engkaulah yang Awal dan yang Akhir. Di dunia yang berubah cepat ini, ajarku tetap berpegang pada-Mu yang tidak berubah. Aku percaya Engkau telah menang atas segala hal yang kutakuti. Amin.”
Kepalsuan bisa bertahan lama, tapi tidak selamanya. Renungan ini menegaskan: kedok kemunafikan tidak akan bertahan di hadapan terang FirmanNya. Lebih baik merasa hina di hadapan Tuhan saat ini, daripada menyesal di hadapan takhtaNya nanti. Ini panggilan untuk kembali pulang sebelum segalanya terlambat.
Tuhan sabar, tapi tidak tidur. Waktu akan menguji setiap kesalehan palsu. Pada akhirnya, mereka yang hidup dalam topeng rohani akan terlihat apa adanya. Yesus berkata, “Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka” (Lukas 8:17). Lebih baik bertobat di hadapan kasih karunia Tuhan sekarang, daripada tidak ada kesempatan lagi di hadapanNya nanti di hari penghakiman.
2 Timotius 3:9 “Tetapi sudah pasti mereka tidak akan maju lebih jauh, karena kebodohan mereka akan nyata bagi semua orang.”
Pesan Utama: Hari ini adalah hari keselamatan, pertobatan sekarang menyelamatkan diri dari kebinasaan masa datang.
Doa: Tuhan, selidiki hatiku. Singkapkan kepalsuan yang masih kusimpan, agar hidupku dapat dipulihkan sebelum segalanya terlambat.
Kemunafikan terbesar di dunia rohani adalah ketika manusia memakai nama Tuhan untuk menolak kehendak Tuhan. Dengan kesombongan terselubung orang itu sering berkata, “aku paham Firman,” namun hidupnya sama sekali tidak sesuai dengan Firman itu sendiri. Seperti Yanes dan Yambres, tidak menentang kemunafikan tetapi mereka menentang kebenaran.
Yanes dan Yambres tukang sihir yang meniru kuasa Allah, begitu pula banyak orang memakai ayat untuk membenarkan diri, mengutip Firman untuk membela ego; roh kesombongan menentang kebenaran.
2 Timotius 3:8 “Seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran; akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.”
Doa: Tuhan, bebaskan aku dari kesombongan rohani yang menolak kebenaran. Lembutkan hatiku untuk bersedia tunduk di bawah kehendakMu.
Sikap manusia akhir zaman dapat mempengaruhi (menyelundup dan menjerat) orang-orang Kristen dengan dosa karena dikuasai berbagai hawa nafsu. Seperti perumpamaan Yesus tentang kelima gadis yang bodoh memiliki pelita tapi tidak memiliki minyak; memiliki pengetahuan tapi tidak memiliki kebenaran. Mereka membaca Firman untuk mencari pembenaran diri, bukan pertobatan. Celakalah orang seperti ini.
Ada orang yang selalu ingin diajar, tapi tidak pernah mau berubah. Menyerap banyak Firman, tapi tidak lagi mendengar suara Tuhan. Firman bukan untuk didengar atau dibaca, tapi untuk ditaati melalui tindakan.
2 Timotius 3:6-7 “Di antara mereka terdapat orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.”
Pesan Utama: Pengetahuan tanpa pertobatan hanya melahirkan kesombongan serta kebebalan.
Doa: Tuhan, jangan biarkan aku hanya belajar tentang FirmanMu sebatas pengetahuan, tapi mampukan aku untuk mengenal dan mentaatinya dengan segenap hati supaya menghasilkan buah pertobatan, dimana setiap orang dapat melihat kemuliaanMu melalui hidupku.
Ada perbedaan besar antara menjadi rohani dan tampak rohani. Mungkin kita berpikir, mengapa banyak ibadah penuh lagu dan doa, tapi sedikit perubahan hidup. Tuhan tidak mencari penampilan Dia mencari hati yang tunduk. Celakalah ibadah tanpa roh, doa tanpa iman, dan pelayanan tanpa kasih. Yesus berkata, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh dari pada-Ku.”
Bayang kesalehan tampak indah, tapi hanya bayangan bukan kuasa untuk mengubah hati. Tuhan tidak mencari kata-kata indah, tetapi kehidupan yang diubahkan oleh kebenaran.
2 Timotius 3:5 “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi mereka memungkiri kekuatannya.”
Pesan Utama: Tuhan tidak berkenan kepada sebatas rutinitas agama, tetapi kepada yang mengalami kuasa pembaharuan dalam hidupnya.
Doa: Tuhan, jangan biarkan ibadahku hanya menjadi rutinitas. Perbaharui hatiku setiap hari dengan kuasa Roh Kudus supaya terang Kristus bersinar dari dalam hidupku.
Pengkhianatan terbesar bukan kepada manusia, tetapi kepada Allah ketika hati memilih keinginan sendiri di atas kehendak Tuhan. Yudas Iskariot mencium Yesus yang adalah tanda kasih, tapi hatinya jauh dari mengasihi. Begitu pula halnya orang yang menutupi dosa dengan aktivitas pelayanan. Yesus berkata, “Celakalah kamu, sebab kamu seperti kuburan yang tampak indah di luar, tetapi di dalamnya penuh tulang-belulang.”
Peringatan keras bagi mereka yang melayani tapi tak lagi mengasihi, yang aktif namun tak lagi tulus. Celakalah bila pelayanan hanya menjadi panggung untuk membesarkan diri, bukan punggung untuk memikul salib.
2 Timotius 3:4 “Mereka akan berkhianat, berani, sombong, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.”
Pesan Utama: Pengkhianatan secara halus adalah pelayanan tanpa ketaatan.
Doa: Tuhan, selidiki hatiku. Jangan biarkan aku melayani Engkau, tapi juga mengkhianatiMu dengan pilihanku sendiri.
Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu.” Tetapi manusia akhir zaman berkata, “Balaslah dengan setimpal.” Kasih kini dipandang lemah, dan kelembutan dianggap kekalahan. Namun salib Kristus adalah bukti bahwa kasih tidak terkalahkan, hanya saja mereka kehilangan kasih dikarenakan tak mampu mengendalikan diri.
Kasih sejati bukan kelemahan; justru hanya orang kuat yang bisa mengasihi tanpa pamrih. Bukti bagaimana banyak orang kini lebih rela memenangkan debat daripada memenangkan hati. Tanpa kasih, semua kebenaran menjadi tanpa makna.
2 Timotius 3:3 “Tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat menahan diri, garang, dan tidak suka yang baik.”
Pesan Utama: Bila kasih hilang dalam diri seseorang, semua ibadahnya menjadi tidak berarti.
Doa: Tuhan, lembutkan hatiku. Ajarku menahan diri dan mengasihi seperti Engkau yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Di zaman Yesus sifat orang Farisi dibalut erat dengan rutinitas agamawi, bangga diri, ingin supaya orang lain memperhatikan perbuatannya tanpa sekalipun mereka peduli dengan sesama. Merasa paling benar sehingga jarang sekali bersyukur. Banyak berdoa tapi sangat miskin dalam kerendahan hati.
Yesus tidak menegur orang berdosa di pasar, tetapi orang Farisi di bait Allah yang membual rohani, memuji diri sendiri, berterima kasih kepada Tuhan sebatas mulut saja. Orang seperti ini mengaku mengenal Allah, tapi tidak menunjukkan kasih-Nya; dingin terhadap sesama. Tapi semua itu tertutup rapi oleh persona agama.
2 Timotius 3:2b “Mereka akan membual, menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, durhaka kepada orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan tidak mempedulikan agama.”
Pesan Utama: Kesombongan dalam pencitraan agamawi adalah racun yang paling halus dan paling mematikan.
Doa: Tuhan, lepaskan kesombonganku ganti dengan kerendahan hati. Ajar aku bersyukur supaya aku tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi bisa menghargai setiap anugerah, bahkan sekecil apapun dalam hidupku.
Ada bentuk penyembahan yang paling berbahaya bukan kepada berhala, tapi kepada diri sendiri. Renungan ini menelusuri ego yang bersembunyi di balik nama Yesus, di mana cinta diri menjadi takhta baru, dan dalil Tuhan hanya dipakai untuk memperkuat kehendak pribadi.
Banyak yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi sesungguhnya hanya mencintai kenyamanan dan kebanggaan diri. Yesus berkata, “Celakalah kamu, sebab kamu membersihkan bagian luar piala, tetapi bagian dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.” (Matius 23:25). Cinta diri yang berlebihan adalah berhala halus yang menggantikan kasih kepada Allah.
2 Timotius 3:2a “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.”
Pesan Utama: Bila hati lebih sibuk memuaskan diri daripada menyenangkan Tuhan, atau mempedulikan orang lain, itu menunjukkan kita sedang menyembah diri sendiri.
Doa: Tuhan, ajar aku mengasihi Engkau juga peduli terhadap sesama lebih daripada diriku sendiri. Lepaskan aku dari ego yang haus akan penghormatan.
Kita sering berpikir masa sukar itu berarti badai ekonomi, peperangan, atau penyakit. Tapi bagaimana jika “masa sukar” itu justru datang dalam bentuk hati manusia yang tidak lagi mau ditegur? Inilah realitas akhir zaman: bukan dunia yang rusak tapi jiwa manusia yang semakin bebal. Masa sukar bukan hanya karena perang atau bencana, tetapi karena karakter manusia yang menolak dididik oleh kebenaran.
Yesus sudah menubuatkan bahwa kasih akan menjadi dingin, dan manusia akan mencintai dirinya sendiri. Dunia tidak semakin lembut; bahkan hati manusia pun mengeras dalam nama iman. Seperti orang Farisi, mereka sangat fasih berbicara tentang Taurat, namun hidup dalam keangkuhan. Yesus berkata, “Celakalah kamu... sebab kamu seperti kuburan yang dilabur putih.”
2 Timotius 3:1 “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”
Pesan Utama: Kesukaran terbesar akhir zaman bukan di luar diri, melainkan di dalam hati yang menolak untuk berubah.
Doa: Tuhan, bukalah mataku melihat diriku sebagaimana Engkau melihatnya. Jangan biarkan aku mengambil bagian dari kegelapan yang menyamar sebagai terang.